Forum
Kontroversi Perang Kimchi antara Tiongkok dan Korea
ARTIKEL
January 20, 2021
Penulis shotaromilktea
Editor Anindita Nurizki

Kontroversi bermula dari YouTuBer populer China membuat konten video yang mengimplikasikan bahwa makanan Korea seperti  kimchi dan ssam (teknik makan barbeque ala Korea, daging dibungkus dengan sayur) adalah makanan khas China, masyarakat Korea geram dengan klaim YouTuBer tersebut. Anehnya justru malah agensi China khusus mukbang mengakhiri kontrak dengan YouTuBer mukbang Korea Hamzy setelah dia mengeluarkan pernyataan bahwa kimchi dan ssam adalah makanan tradisional Korea. 

Kontroversi ini bermula dari Hamzy mengunggah video dia sedang mukbang sup siput dengan ssam. Pada saat itu Hamzy belum sadar kalau YouTuber Dianxi Xiaoge tengah dikritik oleh penonton Korea karena mengunggah video makan dengan ssam. China juga punya teknik makan dibungkus sayur sendiri, tapi cara spesifik Dianxi Xiaoge makan daging panggang dengan cabai dan bawang lalu dibungkus dengan daun selara sangat mirip dengan ssam kultur Korea. Caption di video tersebut bertuliskan, "Aku akan selalu membagikan kehidupanku dan makanan ala Yunnan di videoku."

(YouTuBer China Dianxi Xiaoge makan ssam)

Hamzy meng-like salah satu komen di video dia yang bertuliskan "Ah setelah nonton video ini aku emosi lagi. Masyarakat China kurang ajar bilang ssam adalah kultur tradisional mereka." Komen tersebut ditujukan untuk video Dianxi Xiaoge.

Komen tersebut diterjemahkan ke bahasa Mandarin dan ramai berseliweran di media sosial China Weibo, kata "kurang aja" juga diterjemahkan dengan bahasa kasar yang sama. Hamzy minta maaf karena miskomunikasi tersebut melalui livestream Weibo, merespon pertanyaan penonton Hamzy kembali menegaskan bahwa ssam dan kimchi "tentu saja, makanan Korea."

Respon Hamzy memicu kontroversi selanjutnya, yang berimbas dengan kontrak Hamzy dengan agensi China diputus. Menurut pernyataan agensi, Hamzy telah menghina China. "Jika masyarakat China marah kepada aku karena miskomunikasi dan kalimat menghina untuk masyarakat China di kanal aku, aku harusnya minta maaf." Tulis Hamzy di laman YouTube-nya setelah pemutusan kontrak. "Tapi bila aku harus bilang kimchi adalah makanan China biar bisa bekerja di China, lebih baik aku tidak bekerja."

Kimchi memang sudah menjadi isu di antara kedua negara. Pada bulan November, juru bicara Partai Komunis Tiongkok mengklaim sesat kalau kimchi menerima standar industri internasional untuk membuat kimchi dengan sertifikasi pao cai (acara khas China). Tapi sertifikasi dari Organisasi Internasional untuk Standarisasi jelas mengeluarkan pernyataan standar tersebut tidak bisa diaplikasikan ke kimchi.



YouTuber populer China, Li Ziqi videonya juga pernah memicu kemarahan orang Korea. Pada awal bulan ini ketika dia mengunggah video membuat kimchi dengan tagar #ChineseCuisine dan #ChineseFood. Meski beberapa klaim online mengatakan itu pao cai, yang mana metode memasak dan bahan yang digunakan berbeda dengan kimchi, tapi di video itu lebih persis pembuatan kimchi.

The Central Political dan Legal Affairs Commission dari Partai Komunis Tiongkok menambah bola panas isu dengan berkomentar di WeChat terkait insiden tersebut. Menurut mereka, "Kontroversi perampasan kimchi di Korea terjadi karena Korea kurang bangga dengan kebudayaannya/ Korea berargumen tiap masalah karena mereka tidak mempercayai diri sendiri dan gelisah. Jika tidak percaya diri, kecurigaan meningkan dan semua ragam delusi muncul."

Kalo di sini kayak kasus klaim rendang antara Indonesia dan Malaysia ya.

Tautan artikel asli