comscore
Kunjungi Forum
Hindari Kontroversi, JTBC Ganti Nama Jisoo 'BLACKPINK' dalam 'Snowdrop'
ARTIKEL
March 31, 2021
Penulis johndearc
Editor Augusta Regina
https://s.kaskus.id/images/2021/03/31/8391241_202103310428120018.jpg

Menyusul pembatalan drama Joseon Exorcist, drama yang berlatar belakang sejarah menjadi ikut kena imbas. Sejak kontroversi soal sejarah di drama yang dibintangi oleh Jang Dong Yoon itu mencuat, publik Korea kian sensitif terhadap hal-hal berbau sejarah. Akibatnya 'Snowdrop' yang memang sudah mendapat kecaman makin mendapat sorotan. Dua karakter utama mereka yang dibintangi oleh Jisoo 'BLACKPINK' dan Jung Hae In mendapat kritikan keras.

Netizen menduga kuat jika nama-nama karakter mereka mirip dengan nama tokoh bersejarah dalam aksi protes mahasiswa di tahun 1987. Terlebih drama itu memang bersetting di tahun tersebut. Nama tokoh sejarah Chun Young Chu diduga kuat menjadi sumber inspirasi di drama itu, akibatnya kecaman masyarakatpun mengalir.

Menanggapi berbagai kecaman itu akhirya JTBC mengambil langkah besar terkait drama tersebut. Dalam pernyataan resminya, JTBC memutuskan untuk mengganti nama karakter drama.

"Nama karakter tidak terkait dengan aktivis demokrasi Chun Young Cho. Namun, karena beberapa orang mengatakan itu mengingatkan mereka pada Chun, kami akan mengubah namanya," ujar mereka.

JTBC juga menambahkan jika protagonis dalam drama tersebut tak ada sangkut pautnya dengan aksi protes di naskah drama. Mereka juga menegaskan setting drama tersebut bukanlah gerakan demokrasi, melainkan situasi politik pemilihan presiden tahun 1987.

Sementara itu, drama ini rencananya kan tayang perdana pada paruh kedua tahun ini, berlatar di Seoul pada tahun 1987. Jung Hae In berperan  sebagai Soo Ho, seorang mahasiswa di universitas bergengsi yang suatu hari masuk ke asrama wanita dengan berlumuran darah. Jisoo 'BLACKPINK' berperan sebagai Young Cho, mahasiswa yang menyembunyikannya dan merawat luka-lukanya meski menghadapi bahaya dan pengawasan ketat.

Ketika sinopsis drama ini mulai beredar online, kekhawatiran tentang potensi distorsi fakta sejarah muncul. Berdasarkan informasi yang tersebar, pemeran laki-laki merupakan mata-mata yang menyusup ke gerakan aktivis, sedangkan tokoh laki-laki lainnya adalah ketua tim di Badan Perencanaan Keamanan Nasional (LASS) namun digambarkan lugas dan adil.