Forum
Mengenal Gaya Hidup ala Korea: Nunchi, Apa sih Itu?
ARTIKEL
September 04, 2020
Penulis pekoboke
Editor Augusta Regina

Sumber: mindbodygreen

Adakah yang pernah dengar soal 'Nunchi'? Akhir-akhir ini, aku lagi baca buku Euny Hong yang judulnya 'Nunchi: Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain (Rahasia Bahagia an Sukses dari Korea)'. Simpelnya buku ini mengajarkan kita untuk menjadi lebih peka terhadap lingkungan, situasi, dan kondisi. Kalau kalian punya pacar atau gebetan yang tidak peka, coba kasih buku ini hehehe. Menurut buku ini, nunchi merupakan prinsip orang Korea yang dipercaya mampu membawa keberhasilan dalam hidup, baik di dalam bermasyarakat atau berkarier. Nunchi sendiri merupakan sebuah seni untuk memahami pemikiran dan perasaan orang lain guna membantu kita membangun kepercayaan, harmoni, dan koneksi dengan orang lain. Mudahnya, nunchi adalah aktik perpaduan persepsi, kemampuan memindai situasi, dan insting untuk membaca reaksi guna memberikan respon yang tepat pada sebuah situasi atau seseorang.

Berdasar apa yang ditulis Euny Hong, seseorang bisa terlahir dengan nunchi namun ada juga yang tidak. Tapi tenang saja, nunchi bisa dipelajari. Selain itu, seni ini tidak hanya diterapkan di Korea, namun di seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Nunchi bisa diasah dengan mempertajam panca indra. Ini maksudnya bukan kalau Gan/Sis mana minus kemampuan akan berkurang ya. Maksudnya adalah mengerahkan segala indra untuk menangkap semua sinyal yang ada di sekitar kita termasuk menggunakan indra keenam. Sinyal ini akan membantu kita mempelajari apa yang terjadi juga memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain.


Kunci dari nunchi ini adalah lebih banyak mendengar dan mengamati, dan kurangi bicara. Terutama ketika kalian baru memasuki sebuah lingkungan atau situasi baru. Selain itu, penggunaan gadget juga disoroti dalam buku karta Euny Hong tersebut. Gadget dirasa akan mempertumpul nunchi. Jadi sebaiknya kurangi menggunkan gadget saat memasuki sebuah situasi baru. Alih-alih menggunakan gadget, perhatikan dan amatilah sekeliling kalian. Di contohkan di dalam buku, ketika memasuki sebuah ruangan, masuklah dengan tenang, dan kosongkan pikiran. Fokus pada apa yang ada di dalam ruangan dan pelajari. Jika kita masuk ruangan dengan pikiran penuh, seperti rasa khawatir, atau kebahagiaan yang meluap-luap, kemungkinan kita akan luput dalam memperhatikan dan mempelajari apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut. Ini bisa membuat kita salah memberikan respon dan membuat hubungan menjadi tidak enak. Saat memasuki ruangan, fokuslah pada ruangan itu, jangan memikirkan tentang dirimu atau yang lain.

Nunchi dikenal di Korea sejak 25 abad. Sejak saat itu, nunchi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Korea. Nunchi ini bisa sangat lebar, tidak hanya pada cara kita bersikap atau berbicara, namun juga termasuk pada bagaimana kita berpakaian. Bagi masyarakat Korea, cara berpakai akan merefleksikan status dengan siapa kita menjalin relasi. Selain itu, kita juga harus jeli dalam memperhatikan bahasa-bahasa non-verbal. Perhatikan mata dan gerak-gerik saat orang berbicara. Terkadang apa yang mereka ucapkan tidak selalu gamblang. Ada kalanya kalian harus memahami lewat bahasa-bahasa non-verbal. Orang Korea sendiri bahkan menggunakan isyarat non-verbal untuk menyampaikan emosi, sementara suara digunakan untuk menyampaikan makna. 

Diharapkan dengan mempelajari nunchi kita bisa menjadi pribadi yang lebih tanggap dengan situasi dan kondisi sehingga mampu memberikan respon yang sesuai dengan harapan orang lain. Jika kalian merasa sering banget dibilang nggak peka, atau nggak bisa baca situasi, ada baiknya untuk mencoba membaca karya Euny Hong ini. Hehe aku nggak promosi ya ini, cuma sekedar sharing aja kok. Toh nggak ada salahnya untuk upgrade diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik. 


Tautan artikel asli