Forum
Dominasi Drama Korea Jebolan TV Kabel
ARTIKEL
September 16, 2020
Penulis Walterizo
Editor Augusta Regina
https://s.kaskus.id/images/2020/09/16/8391241_202009160326550140.jpg

Berhubung saya baru-baru ini sempat terpapar virus CanKor (candu drakor), kurang elok rasanya apabila artikel ini tidak menyingung sedikit tentang hobi baru saya yang ditularkan dari salah satu keponakan, yang dengan isengnya memberi flasdisk 8GB berisikan file-file drama korea terbaru. Hasilnya? Saya otomatis menjadi penggemar kecantikan teteh-teteh Korea! 


Seo Ye Ji - 2020

Nonton drakor memang asik dan bikin lupa waktu, tapi tahu nggak jika secara garis besar sistem penyiaran drama korea itu dibedakan antara TV Kabel (berbayar) dan TV Nasional? Di awal kemunculannya, TV kabel memang jarang diminati oleh orang-orang dan cenderung memperoleh rating rendah.

Anehnya dewasa ini saya justru merasa (entah hanya halusinasi saya saja?), jika TV kabel memiliki kesan premium yang lebih mewah daripada TV Nasional, hal itu bisa kalian sadari lewat gaya cinematography serta kualitas audio pada TV Kabel yang cenderung lebih digarap serius ketimbang TV Nasional. Belum lagi durasi penayangannya kebanyakan mendapat jatah lebih panjang dalam satu kali running episode (> 60 menit).

Dengan kelonggaran seperti ini membuat para penulis naskah drama korea memiliki ruang kebebasan dalam berkarya, termasuk mengeksplorasi hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan pada TV Nasional. Contohnya? Beberapa adegan dapat ditampilkan secara terang-terangan tanpa harus mematuhi rambu-rambu badan penyiaran TV nasional.

Eskplorasi lebih jauh tentunya akan menuntun para kreator hiburan industri drama korea mencapai titik puncak keberhasilannya dalam menelurkan karya-karya masterpiece. 

Nah, di sini saya sudah siapkan beberapa list drama korea dari TV kabel yang akan beradu dalam sebuah arena. Agar pembahasan tidak melebar kemana-mana, maka cakupan akan saya bagi menjadi tiga besar Channel TV favorit saya saja: TVN, JTBC, dan OCN. Aturan penilaian tidak akan memprioritaskan pada perolehan rating dan ukuran kepopulerannya saja, namun juga sisi perasa saya sebagai pencinta drakor memiliki andil dalam memberikan opini miring yang mungkin akan sedikit bersifat subjektif? (Atau malah condong ke unpopuler opinion?)

Tanpa menunggu waktu lama, langsung saja kita mulai pertandingan tahta drama korea TV Kabel terbaik versi saya!


- TVN -

Selaku penggagas biang kemunculan televisi berbayar di Korea Selatan, agaknya memang harus diakui apabila tVN adalah pendobrak tren saluran TV Premium yang secara berkala melahirkan karya-karya luar biasa. Kita sebut saja 'Goblin (Guardian: The Lonely and Great God)', yang telah mendapat hype dan pencapaian gila-gilaan pada tahun penayangannya. 

Rating tinggi, OST super duper keren, dan efek CGI yang dialiri dana besar merupakan sebuah alasan mutlak kenapa drama ini tak ubahnya menjadi sajian televisi dengan rasa layar lebar. 

'Goblin' merupakan awal mula cikal bakal keberhasilan tVN dalam mengolah perpaduan antara genre aksi-fantasi yang dibalut degan romansa kekinian. Tak lupa pemilihan cast yang tidak tanggung-tanggung dan entah bagaimana jadinya bisa terasa sangat "klop", membuat chemistry serta kualitas akting Gong Yoo dan kawan-kawan berada di atas angin. Hasil karya seorang penulis ternama sekelas Kim Eun Sok ini sudah sepatutnya untuk kita acungi dua jempol.

Guardian: The Lonely and Great God -  2016

Selain itu masih ada serial Reply yang selalu sukses menggaet atensi para pecinta drakor di seluruh dunia. Dengan membawakan nuansa "jadul" yang begitu kental akan rasa kehangatan dari arti sebuah ikatan persahabatan, kekeluargaan, dan juga percintaan.

Ciri khas drama ini menitikberatkan pada pengembangan kisah sekolompok remaja di masa lalu, yang kemudian plot secara sengaja berpindah ke masa depan, di mana para penonton akan dibuat mereka-reka dan menebak siapakah tokoh yang akan menikahi tokoh wanita utama pada akhir nantinya. Penuh tawa, dan realita yang menggemparkan, Reply sudah seperti potongan-potongan kecil kehidupan para insan manusia yang menginjakkan kedua kakinya di muka bumi ini.

Jadul? Nope. Semakin tua, justru semakin berpengalaman!

Siapa pemenangnya? Sayang beribu sayang, 'Reply Series' dan 'Goblin' hanyalah honorable mention yang masih kalah tanding dengan sang petarung tangguh di arena tVN. Ya benar, pilihan saya  jatuh pada sebuah drama dengan pendekatan dinamika romansa unik, penuh intrik dan juga tangis yang mengharu biru. Mari kita sambut, 'MY MISTER'!!

Quote:
Winner: My Mister - 2018

Perolehan rating yang bisa dibilang terseok-seok selama masa penayangannya ternyata tidak berhasil meredupkan pesona drama satu ini. My Mister adalah sebuah magnum opus yang tidak semua orang bisa untuk menikmatinya. Percayalah, jika kalian bukan orang beruntung tersebut, kalian akan langsung mengantuk begitu menyasikan paruh 30 menit pertama saja.

Serial ini kebanyakan hanya diisi oleh dialog-dialog padat namun minim aksi. Cukup membuat kalian pusing tujuh keliling disaat melewatkan scene-scene penting di dalamnya. Dengan nuansa gelap, dan aura kepahitan akan mengimpretasikan bawasanya My Mister adalah tontonan berat yang hanya dapat dinikmati oleh para orang-orang dewasa saja.

My Mister bukanlah drakor yang memiliki bobot cerita ringan ala-ala rom com picisan. Maka pilihlah waktu yang benar-benar tepat, agar otak anda bisa mencerna setiap dialog penuh makna yang ada di drama ini. 

Menggandeng IU sebagai pemeran utama cukup membuat saya skeptis pada peforma aktingnya yang turun-naik tidak stabil, dan selalu mendapat kritikan pedas sepanjang jenjang karirnya menggeluti dunia akting. 

Namun, semua argumentasi dongkol itu ternyata langsung ditolak mentah-mentah karena IU yang biasanya menampilkan kesan ceria, berubah 180 derajat menjadi seorang anak remaja sembilas tahun yang tidak akan pernah bisa tersenyum lagi seumur hidupnya. 

Hati setiap penonton akan merasakan patahan yang begitu hebat, saat menyasikan keseharian IU yang harus hidup susah payah dikejar para penagih hutang. Belum lagi banting tulang siang dan malam menjadi pekerja buruh serabutan. IU bertransformasi sebagai berandal kecil yang hapal betul asam-manis kehidupan kota metropolitan.

Ditemani oleh aktor kawakan Lee Sun Gyun, agaknya jarak rentang usia yang terpaut cukup jauh merupakan kombinasi sempurna untuk menjadikan mereka berdua sebagai pasangan paling unik sepanjang sejarah drama Korea. 

'My Mister' berhasil menyadarkan kita semua, jika sejatinya rasa cinta itu tidak terpaku antara dua pasangan kekasih saja. Namun kehadiran romansa "cinta" di sini, lebih menggambaran rasa cinta kepada sesama manusia. Intinya, manusiakanlah para manusia. 


Tiga Instrumen penting pada My Mister: jejak langkah kaki, hembusan napas, dan goresan luka. 

Suara jejak langkah kaki, deru hembusan napas di malam yang dingin, dan rasa pedih akibat goresan luka saat terkena hantaman pukulan merupakan instrumen yang akan menyihir seluruh penonton 'My Mister' untuk tanpa sadar meneteskan air mata. 

Tidak heran naskah yang dituliskan oleh tangan dingin Park Hae-Young ini berhasil memenangkan dua kategori (Best drama & Screenplay) pada ajang bergengsi 2019 (55th) BaekSang Arts Awards lalu.

- JTBC -

Loncat ke stasiun TV Kabel sebelah, sudah ada JTBC yang berhasil menggempur habis-habisan persaingan perolehan rating pada tahun 2019 - 2020. Bisa kita katakan jika tahun tersebut merupakan waktu yang tepat, untuk TVN mengakui kekalahanya dan tidak lagi menjadi raja TV Kabel yang mampu melahirkan drama korea berkelas. 

JTBC muncul layaknya kuda hitam yang tidak disangka-sangka menorehkan prestasi. Tiga drama jebolan JTBC diantaranya: 'Sky Castle', 'Itaewon Class', dan 'The World of The Married' sukses membuat JTBC memecahkan rekor sebagai TV Kabel dengan rating tertinggi sepanjang masa. 

Tiga senjata rahasia JTBC yang mampu memukul mundur para pesaing. Kiri ke kanan sesuai tahun penayangan: 'Sky Castle', 'Itaewon Class', 'The World of The Married'. 


Lagi-lagi seperti sebelumnya, saya akan menjadikan kandidat sebelumnya hanya sebagai honorable mention. Bukan karena ini versi upopuler opinion saya yang agak ngawur, namun jujur saja selama menyasikan ketiga drama tersebut tidak ada yang benar-benar sanggup membuat saya untuk memberikan standing applause. 

Masih ada beberapa kecacatan yang mungkin cukup menciderai pemilihan saya. Oleh karena itu pilihan saya sudah pasti jatuh pada salah satu serial besutan JTBC yang benar-benar membuktikan taringnya pada tahun 2018 lalu. Dan benar saja 'Misty' sudah selayaknya memenangkan pertandingan pada arena tarung JTBC kali ini.

Winner: Misty - 2018

Bagi kalian yang sudah menonton 'The World of The Married' pasti akan langsung merasa familiar begitu menyasikan drama satu ini. Di samping memiliki tema  yang serupa terkait perselingkuhan,  ternyata Misty juga dikerjakan oleh sutradara yang sama, sehingga jangan heran apabila drama ini akan penuh dengan adegan R/19+. 

Nuansa yang dibangun oleh sutradara Mo Wan-Il akan menitikberatkan pada perpecahan dan rasa saling curiga antara kedua tokoh pasangan utama. Cinematography dan kualitas audio pada serial 'Misty' juga tidak luput untuk kita puji. Tone warna, perpindahan scene semuanya nampak seperti digarap oleh sutradara kawakan dari kasta Hollywod. 

'Misty' mampu menyajikan drama mistery dengan bumbu-bumbu romansa klasik, kalian akan dibuat kagum dan sekaligus heran oleh watak dua orang manusia yang nampak dari luar begitu dingin namun hangat di dalam. Drama ini benar-benar luar biasa pandai menyembunyikan sebuah plot twist, yang bahkan tidak akan bisa kalian baui sampai pada paruh-paruh terakhir serialnya. 

Sama seperti The World of Married yang sempat booming beberapa bulan belakangan, Misty juga akan menampilkan adegan dewasa yang intim!

Sangat menarik untuk menyasikan bagaimana sebuah plot sederhana bisa dirancang sedemikian rupa rumitnya, menjadi sajian berliku-liku namun tetap membuat kita penasaran. 'Misty' adalah drama korea penuh tipu daya yang akan membuat sang penonton berputar-putar layaknya seekor ular yang mengikuti ujung ekornya sendiri. 

- OCN -

Sangat mudah menentukan pemenang pada saluran TV berbayar OCN, pasalnya pada stasiun TV ini kebanyakan kita akan disajikan tontonan bergenre thriller. Dan untuk kategori ini 'Voice' akan langsung maju sebagai pemenang tanpa perlawanan. 

Serial Voice kiri ke kanan sesuai tahun penayangan

Sejauh ini sudah ada tiga serial Voice yang mengudara di OCN, namun tentu pemenang tunggal tetap akan dimenangkan oleh seri pertama yang disutradarai oleh Kim Hong-Sun. Kedua seri lainnya masih kalah kualitas apabila dibandingkan dengan seri pendahulu, yang lebih terasa sesansi thriller-nya.

Terutama saat sang detektive Mong Jin Hyuk  (yang diperankan oleh Jang Hyuk), membantu proses penangkapan/pengejaran para pelaku dengan hanya bermodalkan alat walkie takie.  Diceritakan terdapat Tim Golden Time dimana mereka merupakan satuan tim kepolisian khusus yang betugas untuk merespon secara cepat panggilan gawat darurat melalui call center 112.  Ingatlah,  suara adalah sumber jejak-jejak yang tidak bisa diendus oleh anjing pelacak sekalipun, sehingga suara menjadi bagian paling krusial sepanjang drama. 

Winner: Voice I 2017

Mungkin alur pada drama ini cukup cepat dan terkesan dipaksakan, namun disaat scene kejar-kejaran dengan waktu kematian para korban merupakan momentum paling menegangkan, 'Voice' dalam sekejap berubah menjadi sajian berkelas dan merupakan salah satu serial yang patut kalian saksikan bagi pecinta Thriller-Action. 

Jadi, stasiun televisi yang mana favorit kalian?