Forum
Mengenal "Hangwa", Kudapan Tradisional Korea Selatan yang Sempat Dilarang Pemerintah
ARTIKEL
October 20, 2020
Penulis hanasora
Editor Augusta Regina

Sumber: Kompas

Pernah nggak sih kalian mendengar aturan yang melarang untuk mengonsumsi makanan tradisional? Biasanya justru malah digalakan ya, supaya tetap terjaga kelestariannya. Nah,di Korea sempat ada nih, makanan tradisional yang dilarang untuk dimakan. Tapi tunggu dulu, makanan ini dilarang bukan karena mengandung bahan yang berbahaya untuk kesehatan. Larangan ini justru dibuat untuk melindungi bahan bakunya. Emang sih, makanan tradisonal yang dilarang itu?

Hangwa! Kue tradisional Korea yang dibuat menggunakan bahan dasar tepung madu, dan minyak. Menurut sejarah, jenis gangwa bisa mencapai 254. Sayangnya, nggak semua jenis hangwa bisa bertahan hingga sekarang. Hanya tiga jenis hangwa yang bisa masih bisa ditemukan saat ini. Mereka adalah "yakgwa," "yugwa," dan "dasik". "Yakgwa" dibuat khusus untuk keluarga kerajaan. Sementara "yugwa" dikonsumsi untuk rakyat jelata.

Sumber: Kompas

"Yakgwa" yang terbuat dari tepung, minyak, dan madu memiliki rasa yang manis dengan tekstur yang kenyal. "Yakgwa" biasanya dicetak dengan bentuk bunga dan digoreng. Ini berbeda dengan "yugwa" yang membutuhkan waktu selama sekitar sebulan karena harus mengalami proses fermentasi. "Yugwa" memiliki lapisan luar yang renyah dan bagian dalam yang sangat lembut. Kemudian untuk "dasik," secara harfiah kata tersebut memiliki arti makanan teh atau kue yang dinikmati bersama teh. Umumnya "dasik" berbentuk kecil sehingga biasa dimakan dalam sekali suap. Bahan baku "dasik" adalah tepung pinus yang melambang panjang umur.

Kue tradisional ini, pertama kali dikonsumsi oleh keluarga kerajaan pada abad ke-7. "Hangwa" awalnya digunakan sebagai pengganti buah di musim dingin karena sulit ditemukan. Masa itu, "hangwa" dibuat dengan cetakan berbentuk buah. Lalu pada abad ke-9, "hangwa" berkembang menjadi berbagai macam bentuk dan menjadi kesukaan banyak masyarakat Korea. Hal ini membuat pemerintah Korea khawatir dengan bahan-bahan dasar "Hangwa".

Sumber: Kompas

Melihat obsesi masyarakat Korea terhadap "hangwa," membuat pemerintah takut bahan dasar makanan tersebut akan habis. Untuk melindunginya, mereka mengeluarkan larangan untuk mengkonsumsi "hangwa". Kemudian pada abad ke-14, masyarakat kembali diperbolehkan mengonsumsi "hangwa" dan cemilan tersebut tak lagi hanya untuk keluarga kerajaan. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, "hangwa" tersisihkan karena masyarakat mulai menyukai makanan manis yang lebih modern. Hal ini membuat "hangwa" menjadi nyaris punah untuk saat ini.

Melihat kondisi itu, maka dibangunlah museum "hangwa" di Pocheon, Korea Selatan. Museum ini dibuka pada 2008 pakar "hangwa" Kim Gyu Heun. Hangaone yang dibaca hangawon atau Hangwa Culture Center menjadi museum kue tradisional Korea pertama di negara tersebut. Tak hanya tentang sejarah "hangwa", pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis dan cara pembuatan kudapan tersebut. 

Sumber: 1,2,3