Forum
Tradisi Korea Selatan 'Doljanchi' yang Mirip dengan 'Tedhak Sinten'
ARTIKEL
October 20, 2020
Penulis pekoboke
Editor Augusta Regina



Meskipun dikenal sebagai negara yang maju, Korea Selatan terbukti masih menjaga tradisi mereka. Yaa, walaupun untuk saat ini beberapa tradisi sudah disesuaikan dengan kondisi masa sekarang. Salah satu tradisinya masih sering dijalankana adalah "Doljanchi". "Doljanchi" merupakan ritual perayaan hari ulang tahu pertama untuk bayi di Korea. Momen ulang tahun memang selalu dipandanh istimewa di mana saja, namun ada yang unik dengan perasaan bayi berusia satu di Korea. Nah, pada kesempatan ini, ane mau mengulik sedikit tentang tradisi "Doljanchi". Ada apa saja sih tentang "Doljanchi"?

1. Sejarah Doljanchi

"Doljanchi" atau dalam tulisan Korea돌잔치 dimulai sejak Korea masih menjadi negara miskin. Ada kisah kelam dari sejarah perayaan "Doljanchi". Awalnya, "Doljanchi" merupakan perayaan yang digelar untuk merayakan keselamatan bayi yang mampu bertahan dari wabah penyakit. Jadi, jaman waktu masih menjadi negara miskin, Korea sangat terpuruk hingga angka kematian bayi tinggi karena tak mampu bertahan dari serangan wabah penyakit.

Minimnya perkembangan tentang ilmu kedokteran, membuat kematian bayi di bawah satu tahun sangat tinggi. Selain  wabah, musim yang cukup ekstrim di Korea juga memperngaruhi hal ini. Banyak bayi yang meninggal sebelum berhasil menginjak usia satu tahun. Ini sebabnya, bayi yang berhasil mencapai usia satu tahun mendapatkan perayaan. Tradisi ini pun terus berlanjut meskipun Korea telah menjadi negara maju baik di bidand kedokteran atau teknologinya.


2. Keunikan Doljanchi

Meskipun disebut sebagai pesta perayaan ulang tahun, "doljanchi" lebih terlihat seperti upacara pernikahan. Tidak ada balon, kue ulang tahun, atau hal-hal yang berhubungan dengan perayaan ulang tahun pada masa itu. Pada perayaan Doljanchi, anak bayi yang diselamati akan didandani dengan pakai tradisional Korea. Setelah itu mereka apa akan melakukan "Doljabi".

Apa itu "Doljabi"? "Doljadi" adalah prosesi dimana sang bayi dibiarkan untuk memilih barang. Pada perayaaan ini, orang tua akan menyiapkan beberapa barang yang dipercaya akan berhubungan dengan masa depan anaknya. Jaman dulu, biasanya mereka akan menyiapkan panah, alat jahit, nasi, dan pisau. Namun untuk masa sekarang mereka akan menyediakan bola, uang, kuas, buku, hingga stetoskop. Nantinya barang yang dipilih sang anak dipercaya akan menjadi masa depannya.


3. Makanan di Doljanchi

Setelah prosesi "Doljadi" selesai, upacara "Doljanchi" akan dilanjutkan dengan makan-makan. Di acara ini, akan ada banyak makanan yang disajikan. Satu makanan yang tak boleh absen di perayaan ulang tahun adalah Miyeokguk (sup rumput laut) dan kue beras. Selain kedua makanan itu, biasanya juga disajikan buah-buahan, bulgogi, dan aneka sayur. Makanan ini nantinya juga akan dibagikan kepada tentangga dan kerabat dekat. Tradisi ini dilakukan dengan harapan akan mendatangkan rejeki yang besar.

4. Mirip dengan tradisi "tedhak sinten"

Saat membaca tentang proses "Doljadi," beberapa dari kalian mungkin kebayang dengan tradisi Tedak Sinten. Yak tradisi "Tedhak Sinten" yang biasa dilaukan oleh masyarakat Jawa memang mirip dengan "Doljadi" ya. Bedanya, kalau upacara Tedak Sinten biasanya dilakukan saat sang bayi berusia tujuh atau delapan bulan. Jika "Doljadi" dilakukan untuk merayakan kesehatan sang anak, "Tedhak Sinten" dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada bumi sebagai tempat sang anak akan bertumbuhkembang. 

Tautan artikel asli